Kamis, April 05, 2012

Trem

Pada tau trem kan..? Sejenis kereta komuter yang jalurnya berada di badan jalan maupun mempunyai jalur sendiri namun tidak seperti kereta umumnya yang kita liat. Trem juga memakai kabel lho sebagai media untuk menggerakannya. Nah kemarin (kemarin-kemarin banget tuh..hahaha..pokoknya dah lama banget dah) tugas studioku membuat perencanaan trem untuk Kota Surabaya. Lokasi studinya dari Jalan Arief Rahman Hakim sampai Jalan Embong Malang dan kembali lagi ke Jalan Arief Rahman Hakim di seputaran ITS sono.
Nah pada saat melakukan simulasi rencana trem ini, ada beberapa point-point analisis yang dipertimbangkan, diantarnya:

  1.  Kebijakan yang mendukung
  2. Alasan pemilihan rute
  3. Kondisi fisik dan binaan disepanjang jalan yang nantinya dilewati trem
  4. Analisis four step model. Analisis ini terdiri dari analisis bangkitan dan tarikan rute yang dilewati, analisis sebaran pergerakan, analisis pemilihan moda dan pembebanan jaringan
  5. Analisis trip frekuensi penumpang
  6. Analisis estimasi penumpang yang akan naik dan turun
  7. Analisis operasional logistik waktu kendaraan
  8. Analisis pembiayaan. Analisis ini terdiri dari biaya operasional kendaraan (BOK), biaya konstruksi trem, dan tarif yang akan dikenakan.
Panjang yaa...tapi belum selesai tuh..:D. Berdasarkan analisis di atas, maka ditetapkan lokasi-lokasi potensial untuk penempatan halte, jalur, harga, waktu berhenti trem ditiap halte, rencana pembiayaannya (dalam studi ini masih belum mempertimbangkan berdasarkan kemampuan pembiayaan Kota Surabaya untuk pembangunan trem ini dan peluang dari PMA dan PMDN --bisa2 studi ini ga bakal selesai kali ya...). Selanjutnya ditentukan desaignnya..hm.hm..kalo masalah desaignnya. Hasilnya belum terlalu maksimal..hehe.
Rencana Kondisi Jalur Trem Tanpa Kereb

Rencana Kondisi Jalur Trem dengan Kereb

Rencana Jembatan Penyeberangan dan Halte Trem (Keduanya saling terintegrasi).
Rencananya ada alokasi lahan untuk  parkir kendaraan. Hal ini bertujuan bagi masyarakat yang jauh dari jangkauan halte trem dapat menggunakan kendaraan pribadi dari rumah terlebih dahulu dan menitipkan kendaraanya pada halte (tidak semua halte memiliki tempat parkir)
Dilihat dari atas nih. Tremnya ada yang direncanakan ditengah jalan. Jadi harus make jembatan gitu dah.
Kayak Busway lah.
Rencana Kondisi di Dalam Tremnya. Kursi yang bisa dilipat tersebut agar  bisa dipakai oleh penyandang cacat. Khususnya yang menggunakan kursi roda.


Untuk harganya, setelah melewati tahapan analisis yang panjang, ditentukan harga trem untuk per orangnya adalah Rp 6.700,-. Harga tersebut dihitung berdasarkan kemampuan rata-rata masyarakat (diambil sampel) yang mau membayar untuk menggunakan trem. Harga ini diperhitungkan jika pemerintah memberikan  subsidi.
Team Penyusun :D
Yah masih banyak yang harus dipelajari.
Banyak bantaian dosen. terutama...".."
Senang juga akhirnya semua selesai.
Tapi sedih juga karena akan berakhir..
:D
Saran dan Kritik ditunggu..