Selasa, Juli 04, 2017

Perjalanan Laut Bersama PELNI "KM BUKIT SIGUNTANG"

Perjalanan dengan moda transportasi laut sempat menjadi moda transportasi terpenting pada tahun 1990an dan saat ini fenomena tersebut mulai bergeser. Orang cenderung menggunakan pesawat untuk bepergian karena efisien waktu dan harganya pun tidak jauh berbeda dengan tiket kapal penumpang. 
Masih teringat jelas sekali dalam ingatan saya, kesan pertama kali menjadi bagian dari penumpang kapal laut. Saat itu saya masih berumur sekitar 5 - 7 tahun, keluarga kami sering menggunakan kapal Dobonsolo untuk bepergian ke Jawa. Kesan-kesan 22 tahun yang lalu tersebut akhirnya membuat saya memutuskan untuk menggunakan kapal laut untuk memulai perjalanan panjang saya ke sisi timur Indonesia.    

Kemudahan teknologi juga membantu saya sebagai calon penumpang untuk membooked tiket kapal melalui website https://www.pelni.co.id/. Kamu bisa tahu jadwal keberangkatan Kapal PELNI untuk setiap destinasi yang akan kamu tuju. Jadi akan semakin mudah untuk merencanakan jadwal bepergianmu bersama kapal laut. 
Awalnya saya mengira bahwa kapal PELNI masih menyediakan kelas I, II dan III seperti jaman 22 tahun yang lalu. Namun peraturan terbaru sejak 1 April 2015 menetapkan bahwa PELNI hanya menyediakan kelas ekonomi untuk semua penumpangnya. PELNI yang masih menyediakan kamar ekslusif hanya KM Kelud, KM Tidar dan KM Tatamailau. Saya sempat shok sih karena saya mengharapkan mendapatkan kelas I atau II. Saya sempat konfirmasi ke information center dan mereka tidak bisa membookedkan saya kamar untuk perjalanan saya nanti. #hiks 

Tiba-tiba mulai diserang kepanikan akan apa yang saya alami nanti di dalam kapal. Entah itu antrian panjang untuk mengambil makanan ataupun kamar mandi yang super jorok. Hiiii.... Saya sampai berpikir untuk membatalkan tiket kapal laut yang sudah dibeli tapi setelah berpikir panjang, tak ada salahnya untuk dicoba. 

Hari pelayaran pun tiba, tanggal 5 Mei 2017, saya diantarkan ortu menuju ke Pelabuhan Tenau jam 3 sore. (Dua hari sebelumnya, anjing betina saya mati. Yessy. Well, entah apa yang harus saya buat, sedih tapi harus move on. Maaf spamming! Saya tiba2 kepikiran Yessy, my grumpy old lady). Setelah tiba di kapal, saya malah keasikan sendiri karena ekpektasi negatif saya salah besar. KM Bukit Siguntang ini bersih sekali dan kamar mandinya pun bersih. Di kapal saya bertemu dengan seorang teman yang ternyata adalah seorang ABK tali di KM Bukit Siguntang. Dari abang ini saya iseng saja bertanya, apakah saya bisa mendapatkan kamar selama berlayar. Dia langsung menjawab bisa dan mengenalkan kepada teman ABK lainnya. Setelah berteman dengan temannya ini, saya malah dijamin untuk keperluan makan dan mandi serta kamar. Well, sound suspicious, right? Segala keramahan yang saya peroleh dalam waktu singkat. Awalnya sih saya ga mau curiga, tapi tetap waspada aja karena saya perempuan. Tetapi lagi-lagi apa yang saya kuatirkan tidak terjadi, karena saya pun turun dari kapal dengan selamat tanpa ada pelecehan apapun. Walaupun memang ada beberapa ABK/Perwira yang nakal untuk mengajakmu kencan, saya tetap tanggapi dengan santai.
Selama pelayaran dua hari, saya tetap tidur di kelas ekonomi bersama penumpang yang lain namun saya ga pernah antri makan ataupun mandi. hihihi.

Saya ingin berikan sekilas tips untuk kamu yang lagi galau tentang perjalananmu menggunakan Kapal Laut:

1. Kamu bisa lihat jadwal dan booking tiketmu lewat website PELNI https://www.pelni.co.id/. Untuk sistem pembayaran harus dilakukan di kantor PELNI terdekat. 
2. Beli cemilan secukupnya selagi masih di darat. Kapal juga menyediakan kantin tapi harga cemilannya 2 kali lipat dari harga normal.
3. Pisahkan antara barang-barang yang tidak penting dengan barang-barang penting dalam tas yang berbeda. Dompet, laptop dan kamera dimasukan dalam satu tas yang kamu bisa jinjing kemanapun. Jadi jika ingin melakukan touring dalam kapal, kamu ga perlu takut untuk ninggalin sebagian tasmu. 
4. Selalu pilih tempat tidur yang bersebelahan dengan keluarga, karena biasanya mereka jarang meninggalkan deck. Jadi kamu bisa, menitipkan barangmu dengan mereka.
5. Pilih deck yang paling atas. Semakin ke atas semakin bersih decknya.
6. Selalu bawa tiketmu kemanapun kamu pergi, sekalipun itu ke kamar mandi. Pemeriksaan tiket akan dilakukan setelah 30 menit berangkat dari pelabuhan. Pada saat pemeriksaan tiket, pintu-pintu akan dikunci sehingga akan menyulitkan kamu untuk mengambil kembali tiket di tempat tidurmu. 
7. Tanyakan jadwal pembagian makanan pada ABK atau loket antri karena biasanya pengumuman tidak begitu jelas terdengar. Biasanya loket antrian makanan ada di deck 4. ABK tidak akan melayani pengambilan makanan di luar jadwal yang ditentukan. Jika kamu terlambat mengambil, masih banyak pedagang asongan yang berkeliling menawarkan makanan. Harganya berkisar Rp 15.000 - Rp 30.000 per porsi. 
8. Setiap hari jam 8 malam ada hiburan gratis di restoran kelas I. Penyanyinya lebih sering menyanyikan lagu dangdut. Y_Y
9. Jika tujuan utamamu adalah kota besar, seperti contohnya saya, destinasi saya adalah Makassar, dan kamu tiba di kota tersebut pada malam hari ataupun subuh, tidak usah turun terburu-buru. Tanyakan pada ABK jam berapa kapal akan meninggalkan pelabuhan. Biasanya, kapal akan bersandar cukup lama di kota-kota besar (kurang lebih 4 - 10 jam), jadi kamu bisa tidur-tiduran dulu di dalam kapal sampai pagi. Saya tiba di Makassar jam 2 pagi dan baru turun dari kapal sekitar jam 6.30 pagi. 

Sekian dulu ya kisah perjalanan saya selama mengarungi lautan dari Kupang ke Makassar. 


Thanks Abang RAY!!