Selasa, April 04, 2017

Pulau Semau "Magis nan Cantik"

Akhir-akhir ini Pulau Semau mulai menjadi trending topic untuk warga Kota Kupang dan sekitarnya. Tidak sedikit saya mendengar percakapan beberapa orang mempertimbangkan Pulau Semau sebagai salah satu tujuan wisata. Jarak mungkin menjadi pertimbangan bagi para penikmat alam. Tetapi untuk tempat sebagus Pantai Otan dan kawan-kawan, saya rasa perjalanan jauh pun akan terbayar.


Pulau Semau terletak di sebelah barat Kota Kupang. Hanya 45 menit untuk mencapai pulau ini dari pelabuhan Tenau. Pulau ini dulunya terkenal keramat karena masih banyak penduduk yang menggunakan kekuatan magis. Tidak ada orang luar yang berani ke tempat ini. Konon katanya siapa yang ke tempat ini tidak pulang dengan selamat. Well, tapi itu dulu. Seiring perkembangan jaman, banyak pendatang dan penduduk Semau yang sering bolak-balik dari Kupang menuju Semau ataupun sebaliknya. 

Saya termasuk salah satu orang dari sekian banyak juta manusia yang jatuh cinta dengan pulau ini. Pertama kali ke tempat ini membuat saya ketagihan untuk pergi lagi dan lagi. Dan sejak saya menulis blog ini, saya sudah 6 kali ke Pulau Semau hanya untuk melihat tempat yang sama, Bukit Liman dan Pantai Uitiuhtuan (ini tujuannya bukan untuk pekerjaan lho). Entah kenapa sampai saya begitu ingin sekali kembali ke tempat tersebut. Well, mungkin ada beberapa alasan, selain karena jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dan biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak. 

Jika teman-teman, pergi dalam bentuk grup yang terdiri dari 5 orang atau lebih, saya menyarankan untuk menyewa kapal dan mobil selama di Semau. Selain karena biayanya lebih hemat dan teman-teman tidak terlalu capek. Jalan ke spot-spot wisatanya masih sekitar 2 jam dari pelabuhan Semau dengan kondisi jalan yang sangat jelek. Di Pulau Semau juga terdapat rental motor. Harganya Rp. 100.000 per hari, sedangkan harga sewa mobil per hari adalah Rp. 450.000. 

Jika ingin berhemat, teman bisa menggunakan feri dan membawa motor. Namun jadwal feri tidak ada setiap hari, jadwal feri ke Semau hanya ada 3 kali dalam seminggu, Senin, Rabu dan Sabtu. Selain itu juga, teman-teman terbatas oleh waktu karena feri hanya beroperasi satu kali dalam sehari. Jam 8 pagi berangkat dari Pelabuhan Bolok ke Pelabuhan Hansisi dan kembali ke Kupang jam 3 sore. Tapi bisa saja diakali dengan perginya menggunakan feri dan balik ke Kupang dengan menggunakan kapal ketinting. Kapal ini juga bisa mengangkut motor lho. Harga sekali angkut dengan motor adalah Rp 30.000 per orang dan motor. 

Jika ingin perjalanan teman-teman tidak dibatasi waktu, bisa saja dengan menyewa perahu, harga sewanya Rp. 350.000 - Rp 500.000 per hari. Tips nih ya, kenapa kisarannya harganya bisa segitu. Harga akan semakin mahal jika jumlah rombonganmu banyak. Jika rombonganmu kurang dari 10 orang, coba untuk bargain di harga Rp 350.000 - Rp. 400.000. 
Saya punya langganan kapal yang harganya udah fix, ga perlu di tawar. Sebut aja kode "SAYA TEMANNYA MELSI". Nama pemilik kapalnya, OM SIMON. Harga untuk sewanya adalah Rp 350.000 per hari dan dia bersedia untuk menunggu di pelabuhan sampai kalian kembali berpetualang. Tapi jika rombongan kalian lebih dari 20 orang tambahkan tip-lah untuk bapaknya sekitar Rp 100.000. Untuk mobil, saya biasanya menghubungi OM YOSEPH, harga sewa mobilnya Rp. 400.000 per hari. Jika teman-teman butuh kontaknya, bisa tinggalkan komentar di artikel ini ya. 

Well, tadi itu sekilas tentang pengeluaran untuk berpetualang di Pulau Semau. Seperti apa sih penampakannya, sampai membuat saya 6 kali ke tempat ini. 

Foto tahun 2015 (Sisi Sebelah Kanan Bukit).
Pertama Kalinya ke Bukit Liman di Pulau Semau.

Foto tahun 2016 (Sisi Tengah Bukit Liman).
Perjalanan kelima menuju ke tempat ini.

Foto tahun 2017 (Sisi Sebelah Kiri Bukit).
Keenam kalinya ke Bukit Liman

Ada satu lagi, spot yang membuat saya jatuh cinta sama Pulau Semau. Pantai ini dikeliling dengan pohon pinus dan pasir putih dengan airnya yang sebening kristal. Namanya Pantai Uitiuhtuan. Di sini, teman-teman bisa mandi sepuasnya sambil digulung ombak. Tidak perlu takut tenggelam, karena pantainya landai sejauh 50 meter. Sedangkan pantai-pantai di sekitaran Bukit Liman tidak disarankan untuk berenang karena arusnya menarik ke laut lepas dan pantainya semakin lama semakin dalam.

Pantai Uitiuhtuan

Pasirnya Putih Banget

Foto Tahun 2015.

Foto tahun 2017 (Modelnya sama lho)
Ga Bakal Puas Main Sama Ombaknya



Yuhuuu! Sekian dulu ya cerita di Pulau Semau.

Bagi teman-teman yang ke sana, jaga kebersihan pantai ya. 


LEAVE NOTHING BUT YOUR FOOTPRINT!!

Tinggalkan JEJAKMU, BUKAN SAMPAHMU!!

Orang Cerdas Bawa Pulang Sampahnya!