Jumat, Maret 07, 2014

Belajar dan Mencoba Berubah

Banyak hal yang bisa kita pelajari di dunia ini dan yang paling sederhana adalah belajar dari lingkungan sekitar kita. Belajar dari arti kehadiran orang-orang di sekitarmu, seperti papa, mama, kakak, adik, keluarga lainnya, teman, dan komunitas. 

Oke, coba ku jabarkan caraku belajar dari  orang-orang terdekatku dulu yaa. 


1. Bapak
Waktu kecil, dulu dia adalah orang yang paling amat sangat ku sayang, sampai kata orang kami lengket seperti perangko. Begitu beranjak umur 19an, aku mulai menjauhkan diri darinya..hahaha..karena saat itu sudah merasa lebih nyaman jalan dengan teman ketimbang dengan bapakku lagi. Dia seorang yang overprotective. Terlalu amat sangat memproteksi kedua putrinya. Sampai kami tidak dibolehkan mengendarai sepeda motor. Dia cuek tapi sebenarnya penyayang. Dia selalu mencoba untuk menyembunyikan perasaannya terhadap kami (mungkin sudah menjadi sifat dasar seorang laki-laki). Tapi Dia tidak mampu lagi menahan perasaannya saat kakaku menikah ataupun saat aku akan kembali kuliah maupun tempat kerjaku dulu. Dia selalu berusaha tegar tapi aku selalu menangkap basah saat air mata jatuh dari pipinya. Dia punya watak yang keras. Jika suatu keputusan sudah mantap diambilnya pasti segala jalan ditempuhnya. Dia sangat menyukai lagu-lagu country. Dia mampu untuk berhenti mabuk-mabukan dan merokok semenjak kami beranjak dewasa. Dia tidak terlalu suka berteman tapi dia tahu bagaimana mendapatkan perhatian kami jika kami sedang marah terhadapnya. Last, Dia PELIT..hahahaha..Entahlah bagaimana ia mengatur keuangan untuk keluarga kami. Pikiran dan rumus-rumusnya kurang begitu saya pahami. LOL. 

Hampir setiap sifat yang dimilikinya berpengaruh pada kehidupanku. Amat sangat banyak. Salah satunya adalah aku menjadi seorang yang ekonomist. Untunglah aku ga terlena dengan kehidupan eksklusif yang diberikannya. Aku mampu untuk mandiri di tanah orang hingga lima tahun dan hampir selama setahun mampu membiayai hidup sendiri di Kota Jakarta. Tapi satu yang paling ku benci darinya adalah ia tidak suka bergaul dengan orang sekitar. Itulah yang membuatku sempat tak suka berteman. Untunglah sejak sma hingga kerja aku sadar bahwa teman itu penting.. hihi

2. Mama
Dia ibu yang luar biasa. Luar biasa cerewet dan suka marah dengan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu diributkan. Mungkin terkesan negatif. Tapi ia adalah ibu yang luar biasa penyayang. Aku selalu bersyukur punya ibu seperti dia. Walau kadang ia sering tidak sabar dan akhirnya ngomel tak berujung toh akhirnya ia akan mencoba memanjakan kami kembali (walau sebenarnya sudah sakit hati duluan). Dia suka berteman dan dia punya banyak teman. Dia selalu ingin tau dan sangat menyukai update-an berita terbaru. Dia punya selera fashion yang sangat baik. Hahaha.. Dia pintar masak. Dia sangat alergi dengan rumah sakit. :D. Dia selalu mengungkit-ungkit masalah yang sudah berlalu. Dia selalu takut mengambil keputusan (lebih baik jalan aman) dan dia selalu mengusahakan yang terbaik bagi kami. Dia selalu ringan tangan. Dia punya jiwa sosial yang tinggi.
Dulu, banyak hal yang tidak kusuka dari dirinya karena sepertinya apa yang kami perbuat selalu salah. Tapi aku sadar bahwa mungkin karena ia tidak mengerti bagaimana cara menyalurkan kasih sayang dengan cara yang baik dan benar. Mungkin lho yaaa (kesimpulanku semenjak aku sering membaca berbagai artikel dan buku-buku inspirasi). Karena sebenarnya ia cuma takut..entahlah..tapi menurutku takut tidak bisa mendidik ataupun takut kami gagal. Last, dia pandai membaca sifat orang dari raut wajahnya. :D

Mama punya peran besar dalam hidupku. Entah itu sikap negatif ataupun positif. Di sisi negatif aku menjadi pemarah terhadap hal-hal kecil yang tidak sesuai dengan keinginanku dan sering memaksakan kehendakku. Aku menjadi anak yang gampang sakit hati. Tapi disisi lain aku menjadi orang yang mempunyai jiwa sosial dan sering tidak tega. Sejalannya waktu, aku sadar banyak sifat-sifat negatif yang timbul dan lingkungan sekitar menyadarkanku (saat kuliah hingga kerja). Bersyukur sekali aku bisa sekolah diluar dan merubah sedikit pandanganku. Jika aku terus berada dekat dengan mama pasti bakal terjadi perang dingin setiap hari...hahaha...Saat kamu ga suka dengan segala sesuatu di sekitarmu. Coba keluar dari lingkunganmu sejenak dan mencari udara lain yang bisa membantumu meredam segala efek negatif.
Dad and Mom
3. Kakak
Satu-satunya saudara kandungku dan kami jarang berbicara. Aku juga sempat bingung mau nulis apa. Walau tidak banyak bicara tapi aku cukup mengenalnya. Dia keras kepala dan tampaknya dia senang membuat orang jengkel..hahaha..Dia sekarang sudah menjadi seorang isteri dan ibu dari seorang anak yang sangat cakep. :D. Dia mirip dengan bapakku. Aku melihatnya seperti duplikat dari bapakku. Cuek dan ga sabaran. Dulunya kita suka banget bertengkar sampai sma..hahaha..Sampai akhirnya ia memelukku sambil menangis (kejadian itu ga bakal aku lupain). Dia sering merasa iri denganku tapi semoga hanya pada saat kita masih kanak-kanak dulu.

Sebenarnya saat ini aku mencoba untuk mencintainya dan mencoba memahami watak keras kepalanya. :D   




Panjang lebar ku ceritaain cuma pengen jelasin, bahwa mungkin kita pernah kesal dan benci dengan orang terdekat kita...Tapi merekalah orang yang selama ini mencoba untuk menjadi yang terbaik untukmu (and of course with all they way). Don't try to push hard someone to be someone else but try to understand and make some little change (don't much).