Rabu, Februari 13, 2013

Paskah dan Telur


Setiap kali perayaan Paskah, gereja-gereja seringkali membagikan telur yang  kadangkala disertai ayat-ayat Alkitab di masing-masing telur yang dibagikan. Hal ini bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak sekolah minggu saja,  tetapi juga orang dewasa. Nilai apa yang terkait antara telur dan  Paskah? 

(Ini adalah ringkasan dari tulisan NikePamela, MA dan beberapa sumber dari internet)

Sebenarnya tradisi menggunakan telur hias sudah ada sebelum kemunculan tradisi paskah.
Bangsa-bangsa kafir menggunakan telur sebagai simbol kehidupan baru.
Hal ini terjadi karena perayaan paskah bertepatan dengan musim semi, di mana pada saat tersebut terdapat tradisi di Inggris untuk memperingati Dewi Eostre (Jerman : Dewi Austro).
Pada jaman tersebut orang biasanya saling menghadiahkan telur pada saat perayaan musim semi, yang merupakan simbol dimulainya tahun yang baru. Perayaan ini dinamakan "vernal equinox". Nama dewa yang disembah dalam tradisi ini pun dipakai untuk menyebut hari paskah, EASTER (bahasa Inggris)

Mengapa telur?
Telur dilambangkan sebagai munculnya kembali kehidupan karena pada saat musim semi, pohon-pohon yang selama musim gugur dan musim dingin menjadi gundul, kini mulai bertunas. Bunga mulai bermekaran. Binatang-binatang mulai keluar dari perlindungannya dan kehidupan dimulai lagi.
Demikian mengapa sampai sekarang orang kristen masih menggunakan tradisi tersebut. Namun tentunya fokusnya bukan lagi Dewa Eostre tetapi Yesus. Telur hanyalah simbol yang merupakan lambang kebangkitan Kristrus, hidup kita dimulai lagi secara baru untuk menjadi hidup yang bersemi dan berlimpah.

Persepsi mengenai telur pun tidak jauh berbeda dengan persepsi di timur tengah, Orang-orang Mesir biasa  mengubur  telur  di  kuburan-kuburan  karena mereka mengharap adanya kehidupan baru setelah kematian (bdg. Orang-orang Yunani juga meletakkan telur di  atas kubur). Selain itu dalam pesta musim semi, orang-orang Mesir, Persia, Yunani dan  Romawi terbiasa mewarnai telur-telur dengan warna-warna yang identik dengan musim semi.

Tradisi ini  diadopsi orang-orang Kristen abad permulaan untuk  perayaan Paskah tanpa diketahui  dengan  pasti  bagaimana  proses  pengadopsian  tersebut.

Sejarah Penyebaran Tradisi

Tradisi telur Paskah ini  kemungkinan sampai di  barat melalui para pejuang perang salib.
Masing-masing negara memodifikasi tradisi telur Paskah ini sesuai  dengan  konteks negara  masing-masing. Pada  abad  pertengahan,  orang  biasanya memberikan telur hias  kepada para pembantunya pada  perayaan Paskah. Di Jerman orang biasanya membagikan telur hias  bersamaan dengan hadiah Paskah. Ada  beberapa negara (salah satunya Yunani)  yang  hanya memperbolehkan telur  dihias dengan warna merah untuk menghormati darah Kristus yang  tercurah di  kayu  salib.
Bahkan di  Jerman, sekitar tahun 1880-an,  telur-telur  Paskah dapat dipergunakan  untuk  pengganti akte kelahiran. Telur-telur dihiasi dengan warna-warna yang  mencolok, lalu  diberi nama anak yang  lahir dan  tanggal lahirnya.
Tradisi ini  terus  berkembang dengan penambahan  satu  oknum yang  lain,   yaitu kelinci. Seperti halnya telur, dalam dunia kafir kelinci melambangkan kesuburan. Tradisi telur dan kelinci sebenarnya sudah berlangsung lama di  Jerman. Namun pada  abad ke-18,  orang- orang Amerika memunculkan ide tentang kelinci dan telur.  Dan  dari ide merekalah justru pengidentikan Paskah dengan telur dan  kelinci semakin berkembang. Orang tua di Amerika mengajarkan kepada anak-anak mereka untuk membuat semacam sarang di  topi mereka sebelum Paskah tiba.  Dan  pada  malam menjelang Paskah, mereka harus meletakkan topi- topi mereka beserta wortel di depan rumah. Kelinci  akan datang meletakkan telur-telur hias (dan barang-barang kesukaan anak-anak lainnya seperti coklat dan  permen) di  topi anak- anak yang baik.

Nah itu cuma sejarah asal muasalnya..
Sejarah Telur dan Paskah

Lambang digunakan agar kita bisa mengingat arti penting peristiwa yang kita kenang. Just it!!