Kamis, Maret 12, 2009

Masyarakat Kota
Fenomena berkota merupakan hal sangat menarik untuk diperbincangkan. Sebagai suatu lingkungan binaan, kota selalu diisi oleh manusia dengan berbagai kepentingan serta beragam individu di dalamnya. Berbicara mengenai kota, kita tidak akan terlepas dari manusia yang mendiami kota itu sendiri.
Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka saling berinteraksi satu sama lain. Satu hal yang menarik yang dapat kita ambil dari pernyataan ini adalah kota yang baik adalah kota yang mampu mewadahi untuk berlangsungnya proses sosialisasi antara masyarakat yang hidup didalamnya.
Manusia adalah bagian dari lingkungannya (Paul A. Bell, Environmental Psychology), sehingga manusia dan lingkungan akan saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Begitu juga halnya dengan kota, sebagai lingkungan binaan yang merupakan hasil karya manusia maka secara sadar ataupun tidak, kota telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kota itu sendiri.
Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk, serta semakin beragamnya kebutuhan masyarakat, maka lambat laun hakikat manusia sebagai mahkluk sosial inipun mulai bergeser. Kota sebagai lingkungan yang selalu berubah secara dinamis dengan manusia adalah satu penyebab dari perubahan tersebut. Respon manusia terhadap lingkungannya tergantung pada bagaimana manusia mempersepsi lingkungannya. Adapun beberapa hal yang menjadi karakteristik sebuah kota, antara lain :
1) Pandangan Hidup masyarakat kota
* Dalam pandangan masyarakat kota, lingkungan kota merupakan lingkungan yang penuh dengan kesesakan dan memiliki kepadatan yang tinggi. Hal lain yang juga merupakan pandangan masyarakat terhadap kota adalah kota merupakan sumber kejahatan, semakin hari jaminan kemanan semakin berkurang dirasakan oleh masyarakat.
* Tinggal pada kawasan elit merupakan kebanggaan tersendiri pada masyarakat kita, walaupun hunian tersebut menyebabkan terputusnya hubungan mereka dengan lingkungan sekeliling mereka.
* Dalam pandangan masyarakat perkotaan, kota selalu lebih baik dari pada pedesaan.
* Pola-pola aktifitas gaya hidup memperlihatkan adaptasi dan perubahan pandangan dan perilaku bahwa dunia sekarang sedang berada dalam kemajuan dan perubahan budaya modern.
* Munculnya hedonisme yaitu pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Kaum hedonis menginginkan kebersamaan yang menyenangkan, anarki, sensualitas, diversi, persahabatan, keadilan, toleransi, kebebasan, kebebasan seksual, kesinambungan, perdamaian, akses bebas terhadap informasi, seni, keberadaan kosmopolitan, dan dunia tanpa batas atau diskriminasi dan segala yang indah.
2) Ciri-ciri masyarakat kota
* Masyarakat kota tumbuh menjadi masyarakat yang individualistis. Faham individualisme semakin berkembang dikalangan masyarakat, tidak adanya lagi proses interaksi sosial didalam keseharian masyarakat kota.
* Kecenderungan paham materialistis masyarakat perkotaan telah menyebabkan hilangnya interaksi sosial
* Masyarakat yang hidup di kota memiliki pola-pola tertentu untuk bersikap konsumstif terhadap fenomena global dan modernitas yang secara tidak langsung diarahkan menjadi individualis, egoistis, gengsi, kebanggaan, kegembiraan, bahkan tampil berbeda di tengah masyarakat lain. Perubahan pandangan dan perilaku masyarakat modern nampak dalam aktifitas konsumtif yang disebut gaya hidup.
* Gaya hidup orang kota dicirikan dengan berbagai tekanan, antara lain serba padat hunian, serba penuh ancaman tersembunyi atas harta benda dan jiwa raga, serba tertekan oleh naiknya harga-harga kebutuhan sehari-hari. Di samping itu, sebagian besar masyarakat urban juga serba tidak mampu untuk dapat menikmati kehidupan mewah yang digelar di depan mata dan dinikmati oleh warga kota yang berkecukupan,dll.
* Masyarakat kota tertantang untuk berpacu dengan waktu, mengejar target-target tertentu, memenangkan kompetisi yang sangat kuat, bahkan terkadang menegasikan pertimbangan moral dan menyebabkan timbul perasaan was-was, tegang, gelisah, dan terus-menerus dicekam kecemasan. Masyarakat kota turut juga mengadopsi berbagai sisi negatif lainnya, seperti kehilangan arah dan stress pada pekerjaan.
* Berciri ekonomi modern, kapitalisme dan demokratisasi.
* Terjadinya pergeseran budaya dari masyarakat yang berbudaya paternalistik menjadi budaya yang lebih modern dan lebih independen.
* Masyarakat kota adalah masyarakat gelisah, tidak puas, tertekan yang membutuhkan berbagai pelampiasan mangatasinya rasa aman, rasa diterima, rasa kreatif, rasa maju, rasa unggul.
* Hubungan antar anggota masyarakat nyaris bertumpu pada pertimbangan untuk kepentingan masing-masing pribadi warga kota tersebut
* Hubungan dengan masyarakat perkotaan lainnya berlangsung secara terbuka dan saling berinteraksi
* Mereka warga kota yakin bahwa iptek memiliki manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kualitas kehidupan
* Masyarakat kota berdeferensiasi atas dasar perbedaan profesi dan keahlian sebagai fungsi pendidikan dan pelatihan
* Tingkat pendidikan masyarakat kota relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan
* Aturan-aturan atau hukum yang berlaku dalam masyarakat perkotaan lebih berorientasi pada aturan atau hukum formal yang bersifat kompleks
* Tatanan ekonomi yang berlangsung dalam masyarakat perkotaan umumnya ekonomi-pasar yang berorientasi pada nilai uang, persaingan, dan nilai-nilai inovatif lainnya. Spesifikasi tadi berlaku dalam skala kelompok atau masyarakat.
3) Karakter masyarakat kota
* Karakteristik masyarakat kota besar yang cenderung acuh terhadap lingkungan sekitar menjadi salah satu pertimbangan kelompok itu dalam memilih tempat untuk bersembunyi.
* Adanya karakter teritorialitas adalah suatu pola tingkah laku yang ada hubungannya dengan kepemilikan atau hak seseorang atau kelompok orang atas sebuah tempat atau lokasi geografis, pola tingkah laku ini juga mencakup personalisasi dan pertahanan terhadap gangguan dari luar. Perwujudan teritorialitas yang tidak terkontrol seringkali memicu terjadi kesenjangan sosial didalam masyarakat.
* Kita yang mengatakan bahwa jurang kemelaratan sangat jelas terlihat pada kehidupan kota-kota besar, manakala keangkuhan tembok-tembok tinggi sebagai perwujudan dari teritorial yang absolut harus bersanding dengan perumahan-perumahan kumuh kaum kecil pada suatu kota.
* Karakteristiknya keras, selalu berkembang, dan modern
* Memiliki karakteristik dengan aktifitas gaya hidup yang bertujuan untuk membangun dan menormalisasikan citra diri yang penuh berwibawa dan bernilai, secara sosial budaya dapat membedakan diri dengan orang lain melalui cara-cara tertentu. Mempererat ikatan atau hubungan personal dan sosial dengan produk-produk komoditas modern
* Masyarakat kota cenderung berkarakter privacy yaitu keinginan atau kecenderungan pada diri manusia untuk tidak diganggu kesendiriannya atau dengan kata lain privacy adalah dorongan untuk melindungi ego seseorang dari gangguan yang tidak dikehendakinya. Hal inilah yang semakin hari makin terasa wujudnya pada masyarakat, hal sederhana yang dapat kita lihat wujudnya yaitu pada fasilitas hunian
4) Kehidupan Sosial dan Ekonomi
* Kecenderungan pada kota kota di Indonesia untuk berpacu melaksanakan pembangunan fisik. Pembangunan yang pesat ini mengacu pads kota kota besar di negara maju, serta tunduk pads kekuasaan ekonomi kuat. Sebagian besar masyarakat umum, penghuni kota, menjadi pelengkap penyerta yang terbawa arus pembangunan.
* Pembangunan cenderung membentuk lingkungan kota yang seragam dan tidak memiliki identitas khas. Akibatnya masyarakat kehilangan pegangan untuk mengenali lingkungan. Pengenalan lingkungan yang terbatas mengakibatkan keterbatasan dalam memanfaatkan lingkungan kota.
* Dalam lingkungan kota, selalu terdapat unsur yang memiliki potensi untuk membentuk citra kognitif. Unsur yang berulang kali muncul dalam citra kognitif individu, merupakan citra kognitif masyarakat
* Fenomena kota yang semakin hari semakin padat oleh manusia telah menimbulkan munculnya persepsi kesesakan dan kepadatan pada manusia yang mendiami kota tersebut.
* Beberapa permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat urban, antara lain biaya hidup yang tinggi, kemiskinan, munculnya daerah kumuh atau liar, masalah transportasi dan jaringan jalan, penyerobotan tanah, pengangguran, tindakan kekerasan. Kesemuanya ini dapat mengakibatkan masyarakat urban menjadi stress, frustasi berkepanjangan dan masa bodoh
* Semakin suburnya kawasan-kawasan kumuh (slum area) pada kawasan pusat kota serta semakin meningkatnya angka kriminalitas merupakan permasalahan umum yang merupakan konsekuensi logis yang harus diterima oleh kota.
* Polusi udara semakin meningkat serta permasalahan sampah yang merupakan permasalahan yang akut pada kota-kota kita dewasa ini.
* Fenomena baru yang muncul didalam hunian masyarakat kita saat ini adalah maraknya bermunculan fasilitas hunian yang dibatasi oleh pagar-pagar tinggi (gated community) yang seakan-akan berusaha untuk memisahkan diri lingkungannya.
* Muncul elemen-elemen fisik kota, antara lain: tata guna tanah, bentuk dan massa bangunan, sirkulasi dan parkir, ruang terbuka, jalur pejalan kaki, activity support, simbol dan tanda, simbol dan tanda